Porsadin VIII Tingkat Kabupaten Garut Resmi Ditutup, Semangat Sportivitas dan Prestasi Santri Terus Didorong


Pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) VIII Tingkat Kabupaten Garut resmi ditutup dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan. Kegiatan penutupan berlangsung di Lapang Wirabakti, Cikandang, Kecamatan Cikajang, pada Minggu (23/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut, H. Badrul Munir Gojali, M.Ag. bersama jajaran panitia, pengurus Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), para peserta, pendamping, serta tamu undangan lainnya.

Porsadin VIII menjadi salah satu wadah bagi santri Pendidikan Diniyah Takmiliyah untuk mengembangkan potensi dan bakat, tidak hanya dalam bidang olahraga, tetapi juga seni dan berbagai keterampilan lainnya. Pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarlembaga diniyah sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas, kreativitas, dan kompetisi yang sehat di kalangan santri.

Dalam kesempatan tersebut, H. Badrul Munir Gojali, M.Ag. menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan Porsadin VIII Tingkat Kabupaten Garut. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak hanya dilihat dari hasil perlombaan, tetapi juga dari nilai-nilai kebersamaan, disiplin, sportivitas, dan pengalaman yang diperoleh para peserta.

“Porsadin bukan hanya ajang untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, mempererat ukhuwah, serta memberikan ruang bagi santri untuk menunjukkan potensi dan kreativitasnya,” ungkapnya.

Ia berharap semangat yang telah terbangun selama pelaksanaan Porsadin dapat terus dipertahankan dan dikembangkan dalam kegiatan pembinaan Pendidikan Diniyah Takmiliyah di Kabupaten Garut. Para santri yang berhasil meraih prestasi di tingkat kabupaten diharapkan dapat terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri untuk mengikuti tahapan perlombaan pada tingkat selanjutnya.

Melalui Porsadin, diharapkan lahir generasi santri yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik keagamaan, tetapi juga memiliki kemampuan di bidang olahraga dan seni, berkarakter, percaya diri, serta mampu menjunjung tinggi nilai sportivitas dan kebersamaan.

Posting Komentar

0 Komentar